Informasi dan Tips – informasitips.com

10 Ilmuwan yang Meninggal atau Terluka Akibat Percobaannya

informasitips.com -Seorang ilmuwan sering kali diidentikkan sebagai seorang dengan pribadi yang unik. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki kebiasaan-kebiasaan yang seringkali hampir mencelakakannya. Sebagian dari mereka ada yang selamat dan dapat mengambil pelajaran dari apa yang baru dilaluinya, namun sebagian lagi justru mengalami nasib naas dan berakhir dengan meninggalkan luka yang membekas atau malah meninggal. Berikut ini adalah daftar 10 ilmuwan dunia yang mengalami luka atau kecelakaan, serta meninggal akibat dari hasil temuannya.

  1. Sir Humphrey Davy
    Keracunan sampai akhirnya meninggal akibat temuannya.

    Sir Humphrey Davy adalah seorang Ilmuwan brilian berkebangsaan Inggris. Dia adalah seorang kimiawan dan penemu yang handal. Pada awalnya Sir Humphrey Davy bekerja pada suatu apotik, namun akibat ulahnya yang sering membuat ledakan membuat dirinya dipecat. Setelah itu, Sir Humphrey Davy berkecimpung dalam bidang kimia, namun dia memiliki kebiasaan yang buruk yaitu suka menghirup berbagai macam gas yang sedang menjadi objek penelitiannya. Meskipun begitu, berkat kebiasaan buruknya itu, Sir Humphrey Davy berhasil menemukan kemampuan anestetik (membius) dari Nitrous Oxide. Tapi tetap saja, kebiasaan buruknya tersebut sering membuatnya nyaris meninggal pada berbagai kejadian. Keracunan adalah hal yang paling sering dideritanya. Hampir dua dekade pada sisa hidupnya Sir Humphrey Davy harus menderita akibat keracunan. Selama masa itu pula Sir Humphrey Davy secara permanen membuat rusak matanya akibat dari ledakan Nitrogen Triklorida.

  2. Michael Faraday
    Menderita keracunan kronis.

    Michael Faraday merupakan murid dari Sir Humphrey Davy. Dia focus pada penelitian mengenai elektrolisis yang mengantarkannya pada penemuan di bidang elektro-magnetik. Sama seperti gurunya, Michael Faraday juga menderita kerusakan pada matanya akibat ledakan Nitrogen Triklorida. Dia menghabiskan sisa hidupnya dengan keracunan kronis akibat bahan kimia.

  3. Robert Bunsen
    Buta satu mata akibat penemuannya.

    Robert Bunsen adalah seorang ilmuwan yang dikenal karena namanya hingga kini diabadikan pada suatu perangkat laboratorium yang disebut Pembakar Bunsen. Bunsen merupakan ilmuwan yang merintis karirnya di bidang Kimia Organik, dan hampir meninggal dua kali akibat keracunan arsenic. Tak berapa setelah itu, Bunsen kehilangan satu penglihatannya, yaitu pada mata sebelah kanan, akibat ledakan dari Cacodyl Sianida. Hal tersebut membuatnya beralih ke bidang Kimia Anorganik dan mengembangkan bidang spektroskopi pada masa itu.

  4. Marie Curie
    Meninggal akibat paparan radiasi.

    Pada tahun 1898, Curie dan suaminya, Pierre, berhasil menemukan unsur kimi baru yaitu Radium. Marie Curie menghabiskan hidupnya untuk melakukan penelitian radiasi dan memelajari terapi dengan menggunakan radiasi. Paparan radiasi yang berlangsung secara terus-menerus pada dirinya membuat dirinya menderita leukemia (kanker darah) dan dirinya meninggal pada tahun 1934. Marie Curie merupakan orang pertama yang menerima dua hadiah Nobel sekaligus pada dua bidang yang berbeda, yaitu Kimia dan Fisika. Dia juga merupakan professor pertama di Universitas Paris.

  5. Galileo Galilei
    Buta akibat aktivitas penelitiannya.

    Karya Galileo pada perbaikan teleskop membuka cakrawala pengetahaun mengenai Alam Semesta untuk generasi-generasi di masa depan, namun sayang hal terebut juga menimbulkan kerusakan pada matanya. Galileo amat terpesona oleh Matahari, dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menatapnya melalui teleskop sehingga membuat retina matanya rusak. Hal tersebut mengantarkan Galileo menuju ke kebutaan pada 4 tahun terakhir masa hidupnya. Karena karya-karyanya, Galileo dinobatkan sebagai “Bapak Fisika Modern”.

  6. Alexander Bogdanov
    Membunuh dirinya sendiri dengan transfuse darah.

    Bogdanov merupakan ilmuwan berkebangsaan Rusia. Dia adalah seorang dokter, filosof, ekonom, penulis fiksi, dan seorang revolusioner. Pada tahun 1924, Bogdanov memulai percobaan transfuse darahnya, dengan tujuan untuk menjadi kekal dan tetap muda. Setelah transfusi darahnya yang ke 11 (yang dia lakukan pada dirinya sendiri), dia menyatakan bahwa dia berhasil menangguhkan kebotakannya, dan berhasil memperbaiki penglihatannya. Namun sangat disayangkan, pengetahuan yang minim mengenai transfuse darah pada masa itu harus menghantarkan Bogdanov menuju ke akhir hidupnya. Bogdanov, pada tahun 1928, melakukan transfusi darah dari pendonor yang menderita Malaria dan TBC. Akibatnya, dia meninggal tak lama setelah itu.

  7. Elizabeth Ascheim
    Meninggal karena sinar X-Ray.

    Elizabeth Fleischman Ascheim menikah dengan seorang doctor, Dr. Woolf, setelah ibunya meninggal. Dr. Woolf tertarik memelajari penemuan terbaru Wilhelm Conrad Rontgen, yaitu x-ray. Rasa tertarik akan x-ray juga dirasakan oleh istri barunya, Elizabeth Ascheim. Elizabeth pun beralih dari seorang penjaga toko buku menjadi siswa yang memelajari tentang electrical science. Akhirnya Elizabeth membeli mesin x-ray yang kemudian ditempatkan di kantor suaminya, inilah Lab x-ray pertama di San Fransisco. Elizabeth dan suaminya menghabiskan banyak waktu untuk melakukan percobaan dengan mesin x-ray tersebut dengan menggunakan tubuh mereka sendiri sebagai subjek penelitiannya. Mereka belum menyadari akan bahaya yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan x-ray yang tidak benar akibat kurang perlindungan. Konsekuensinya, Elizabeth meninggal akibat kanker yang mengerikan.

  8. Sir David Brewster
    Hampir mengalami kebutaan.

    Sir David Brewster merupakan seorang penemu, ilmuwan, dan penulis berkebangsaan Skotlandia. Bidang yang menjadi ketertarikan Brewster adalah optic dan polarisasi cahaya, dimana pada bidang tersebut penglihatan yang baik sangat dibutuhkan. Tetapi sayangnya, Sir David yang pada tahun 1831 melakukan percobaan kimia yang hampir membuatnya mengalami kebutaan. Sampai wafat, Sir David tetap mengalami gangguan penglihatan. Sir David Brewster hingga kini dikenal sebagai penemu alat yang disebut kaleidoscope, yaitu sebuah mainan yang selama beberapa tahun memberikan kegembiraan bagi anak-anak. Untuk lebih jelasnya mengenai kaleidoscope silahkan searching di Wikipedia.

  9. Jean-Francois De Rozier
    Korban pertama dari kecelakaan pesawat terbang.

    De Rozier adalah seorang guru fisika dan kimia. Pada tahun 1783 dia menyaksikan penerbangan balon udara pertama dan hal tersebut membangkitkan keinginannya untuk juga dapat terbang menggunakan balon udara. Setelah berhasil melakukan percobaan dengan menggunakan domba, ayam dan bebek, De Rozier menjadi orang pertama yang berhasil terbang dengan menggunakan balon udara. De Rozier berhasil terbang pada ketinggian 3000 kaki dengan menggunakan balon udaranya. Tidak hanya sampai di situ, De Rozier juga berencana untuk terbang menyeberangi Kanal Inggris, yaitu terbang dari Perancis menuju Inggris. Sayangnya penerbangan tersebut menjadi penerbangan terakhirnya, setelah mencapai 1500 kaki balon yang menggunakan tenaga dari udara panas dan gas itu menjadi kempes sehingga menyebabkan De Rozier jatuh dan meninggal.

  10. Karl Scheele
    Meninggal karena mencicipi hasil penemuannya.

    Karl Scheele adalah seorang ahli farmasetikal kimia yang brilian yang menemukan banyak unsure kimia, seperti oksigen, molybdenum, tungsten, mangan, dan klorin. Scheele juga menemukan sebuah proses yang mirip dengan pasteurisasi. Dia memiliki kebiasaan yang buruk, yaitu suka mencicipi hasil temuannya, sampai akhirnya dia mencicip Hidrogen Sianida yang membuatnya hampir meninggal, untung saja dia berhasil selamat. Namun, dia akhirnya meninggal dengan menunjukkan gejala-gejala yang hampir mirip dengan keracunan raksa.

Semoga dari artikel di atas dapat kita tarik pelajaran bahwa dalam keadaan apapun sangat penting untuk selalu memperhatikan keselamatan diri. Apalagi bekerja di laboratorium yang banyak mengandung potensi bahaya. Untuk itulah sikap kehati-hatian mutlak diperlukan oleh seorang ilmuwan maupun mereka yang bergelut di bidang yang mensyaratkan sikap ekstra hati-hati.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2011


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: